Tips Pemilihan Profesor

Pemilihan advisor untuk jenjang studi pasca-sarjana sangat penting. Mahasiswa benar – benar harus memastikan langkah apa yang akan diambil dan bidang apa yang akan didalami setelah menyelesaikan studi. Mahasiswa/i Indonesia terkadang mengalami kesulitan untuk memilih advisor, banyak aspek yang menjadi faktor pemilihan advisor, seperti language gap, perbedaan budaya, agama, dll. Berdasarkan cerita dan pengalaman – pengalaman mahasiswa/i Internasional di Hsinchu, Taiwan, kami selaku pengurus PPI Hsinchu akan mencoba menjabarkan beberapa poin yang akan membantu mahasiswa/i baru Indonesia untuk memilih advisor. Berikut aspek – aspek yang harus diperhatikan:


BIDANG RISET

Bidang riset tentu menjadi faktor utama dalam pemilihan advisor. Hampir semua mahasiswa/i mengetahui bidang yang akan mereka tekuni sebelum memutuskan untuk melanjutkan studi pasca-sarjana. Jika kita belum mengetahui betul bidang tersebut, disarankan untuk melakukan riset terlebih dahulu mengenai bidang tersebut (googling, baca jurnal ilmiah, dll.). Hal ini dapat dilakukan untuk mengukur kemampuan kita dan memastikan bahwa bidang tersebut memang menarik untuk ditekuni.


PUBLIKASI ILMIAH

Seorang advisor tentu memiliki banyak publikasi ilmiah, namun tidak semua memiliki banyak karya tulis ilmiah. Advisor yang menjabat sebagai asst. Professor, biasanya belum memiliki banyak paper ilmiah. Berikut website yang dapat dilihat untuk mengecek publikasi ilmiah: www.scholar.google.com; www.researchgate.net; dan website lab masing – masing.


PROJEK INDUSTRI

Advisor yang memiliki banyak projek di bidang industri memiliki banyak pemasukan. Tidak jarang mereka akan membagikan ke mahasiswanya, nominalnya bisa mencapai 10.000 NTD (tergantung jurusan yang diambil). Projek Industri juga membuat para mahasiswanya lebih terjun ke dunia praktisi, sehingga skill kitapun bisa diasah.


JABATAN

Advisor yang memiliki jabatan di Jurusan, biasanya cukup sibuk. Sehingga akan lebih sulit bagi mahasiswanya untuk bertemu dan berdiskusi mengenai riset yang sedang dikerjakan.


JUMLAH MAHASISWA INTERNASIONAL

Jumlah mahasiswa internasional akan memudahkan kita untuk berkomunikasi dalam projek yang sedang berjalan. Banyak Mahasiswa/i Taiwan yang tidak dapat berbahasa Inggris dengan baik, jadi ketika ada mahasiswa internasional lainnya, itu sangat memudahkan kita untuk berkomunikasi.


LATAR BELAKANG CALON ADVISOR

Latar belakang menjadi aspek penting yang harus diperhatikan, seperti: nationality (tidak semua professor berasal dari Taiwan), alumni, pendidikan yang dulu ditekuni, dll. Sebagai contohnya, jika calon advisor menempuh pendidikan pasca-sarjana di USA atau eropa, kemungkinan besar mereka dapat berbahasa Inggris dengan cukup baik.


BUDAYA LAB.

Tidak jarang bagi mahasiswa/i Indonesia untuk mengikuti Lab. meeting sebelum memutuskan advisor (tergantung regulasi jurusan). Biasakan untuk melihat bagaimana meeting berjalan. Jika meeting yang dilakukan menggunakan bahasa mandarin, akan sulit bagi kita untuk memahami topik pembicaraan dalam meeting.