Penyetaraan Ijazah

Referensi: http://ijazahln.ristekdikti.go.id/ijazahln/

Jadwal pelayanan ijazah luar negeri:

Persyaratan

  1. Pemohon membuat akun pada laman Ijazah Luar Negeri.
  2. Pemohon memasukkan akun pada laman Ijazah Luar Negeri.
  3. Pemohon mengisi formulir yang terdapat pada laman penyetaraan ijazah.
  4. Pemohon mendapat nomor registrasi, untuk dicatat dan disimpan.
  5. Pemohon mengunggah dokumen sebagai berikut:
    • Pindaian Ijazah dan Transkrip Asli yang akan disetarakan;
    • Jika Ijazah dan Transkrip tidak dalam bahasa Inggris, maka wajib menyertakan terjemahan dalam bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah;
    • Bagi lulusan perguruan tinggi dari China diwajibkan melampirkan China Academic Degree & Graduate Education Development Center (CDGDC);
    • Ket: CDGDC disediakan oleh Pemerintah China secara gratis;
    • Transkrip nilai (Transcript of Records), academic records, diploma supplement selama belajar di luar negeri. Jika ada transkrip tidak dalam bahasa Inggris harus dilengkapi dengan terjemahan dalam bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah;
    • Disertasi (untuk S-3) atau Tesis (untuk S-2) atau Tugas Akhir atau Skripsi (untuk S-1) diunggah dalam website Penyetaraan Ijazah Luar Negeri yang meliputi (Title , Abstract, dan Conclusion). Apabila bahasa yang digunakan bukan bahasa Inggris, wajib melampirkan terjemahan dalam bahasa Inggris;
    • Artikel ilmiah yang dimuat di jurnal bereputasi internasional bagi lulusan S-3. Apabila Perguruan Tinggi tidak mensyaratkan publikasi artikel ilmiah, maka wajib melampirkan surat keterangan dari perguruan tinggi tersebut mengenai ketentuan ini;
    • Katalog atau pedoman akademik (dalam bahasa Inggris) sesuai dengan jenjang yang akan disetarakan yang memuat tentang kurikulum atau program pendidikan yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi. Apabila katalog tersebut tersedia dalam bentuk daring dapat menunjukkan tautan referensinya;
    • Progress report yang berisi catatan-catatan hasil bimbingan selama melakukan riset, bagi pemohon yang melakukan studi dengan research-based;
    • Seluruh halaman paspor dan visa selama masa studi; (jenjang Magister dan Doctor By Research, tidak diwajibkan visa Studi). Apabila paspor dan visa hilang harus melampirkan Surat keterangan dari Perguruan Tinggi yang menerangkan bahwa yang bersangkutan pernah melakukan studi di Perguruan Tinggi tersebut;
    • Ijazah asli jenjang pendidikan sebelumnya yang telah dipindai;
    • Bagi PNS diwajibkan melampirkan surat ijin tugas belajar yang dikeluarkan oleh Sekretariat Negara;
    • Bagi pemohon yang perguruan tinggi dan program studi belum terdaftar pada aplikasi penyetaraan ijazah luar negeri wajib melampirkan surat pengakuan terhadap perguruan tinggi dan program studi tersebut dari Pemerintah setempat atau Badan Akreditasi atau Perwakilan Republik Indonesia setempat;
    • Bagi pemohon yang memperoleh ijazah melalui program daring wajib melampirkan Surat Keterangan bahwah program daring yang diikuti oleh pemohon diakui oleh Pemerintah atau Badan Akreditasi setempat; khusus program doktor melalui daring (S3 daring), tidak dapat disetarakan;
    • Persyaratan penunjang, seperti: kronologis proses pembelajaran dari universitas yang bersangkutan, surat keterangan full time student jika diperlukan untuk kelengkapan proses penyetaraan ijazah;
    • Bagi lulusan program double degree atau joint degree wajib mempersiapkan dokumen kesepakatan (Memorandum of Understanding (MoU)) antara perguruan tinggi di dalam negeri dengan perguruan tinggi di luar negeri;
    • Pada saat pengambilan SK Penyetaraan, pemohon membawa Pas foto terbaru berpakaian rapi dengan ukuran 3×4 cm masing-masing 2 (dua) lembar untuk setiap ijazah yang disetarakan.

Ketentuan

  1. Pemohon yang berhalangan mengambil SK Penyetaraan dapat diwakili orang lain dengan membawa surat kuasa bermaterai Rp. 6.000,- disertai fotocopy kartu identitas diri pemohon dan kartu identitas yang mewakili.
  2. Apabila setelah enam bulan setelah SK diterbitkan dan tidak diambil oleh pengusul, maka Direktorat Pembelajaran tidak bertanggung jawab apabila terjadi kehilangan, kerusakan, dan lain-lain terhadap SK Penyetaraan.
  3. Apabila terjadi kesalahan pengisian data oleh pengusul, maka SK tidak dapat dicetak ulang, melainkan diganti dengan Surat Keterangan Pengganti SK.
  4. Pengusul dapat melakukan Peninjauan Kembali (PK) atas hasil penilaian penyetaraan apabila hasil penilaian dirasa tidak sesuai dengan semestinya, dengan cara berkirim surat kepada Ditjen Belmawa dengan melampirkan surat Permohonan Peninjauan Kembali beserta alasannya berikut dokumen-dokumen yang dapat dijadikan pendukung PK tersebut.

Hal –  hal yang perlu diperhatikan salama pengisian form:

  • Apabila ada perguruan tinggi / program studi yang belum pernah didaftarkan sebelumnya, kita akan menunggu beberapa hari untuk proses verifikasi perguruan tinggi / program studi tersebut. Pihak dari Kementrian DIKTI akan melakukan cross check ke perguruan tingginya untuk memastikan bahwa perguruan tinggi / program studi tersebut ada. Apabila sudah dicek, barulah kita bisa lanjut ke tahap selanjutnya.
  • Untuk scan dari silabus / kurikulum / program studi, kita bisa menyertakan dokumen yang menjelaskan mengenai mata kuliah apa saja yang diajarkan apabila mengenai program studi tersebut. Apabila ada dua bahasa, lebih baik menyiapkan dua dokumen tersebut dalam dua bahasa. Hal ini untuk lebih meyakinkan tim verifikasi bahwa program studi yang diambil sesuai dengan standar di Indonesia.
  • Untuk dokumen pendukung, kami menyarankan untuk menyertakan dokumen atau hasil screenshot mengenai degree requirement yang menjelaskan mengenai syarat untuk lulus dan mendapatkan sebuah degree di universitas tersebut.